Yaman
Tak banyak orang yang mengetahui tentang negeri Yaman. Negeri yang termasuk jazirah arab ini memang jarang diberitakan maupun dipublikasikan. Padahal di negara ini banyak peninggalan para nabi maupun cerita bersejarah.
Beruntung aku bisa berkunjung ke negeri ini bersama suamiku dan para rombongan yang akan menunaikan haji pada tahun 2006.
Istana Sultan Al Khatiri Berangkat dari Jakarta pada tanggal 6 Desember 2006 menggunakan Yaman Airlines. Menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam kami mendarat di bandara Sann'a ibukota Yaman. Cuaca dingin langsung menyergap begitu keluar dari peasawat. Maklum kota Sann'a terletak didataran tinggi. Untung kami menggunakan busana muslim yang tertutup dan menggunakan jaket. Sesampainya di hotel kamipun melepas penat.
Pagi hari kedua, selesai mandi buru-buru ke ruang makan. Ingin tahu masakan apa yang disajikan hari ini. Waah... ternyata mereka juga makan nasi selain roti. Nasi dimasak seperti nasi minyak dan lauknya berupa daging, telur dan sayuran yang dimasak dengan menggunakan kuah kari. Aku teringat masakan palembang "martabak Har" , kuah dan cita rasanya sangat mirip. Tentu saja makanan ini sangat diterima oleh lidahku.
Hari ini kami harus memanfaatkan waktu agar bisa melihat beberapa peninggalan bersejarah yang terletak di kota Sann'a. Maklum kami hanya tinggal 2 hari di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah.
Objek pertama yang kami kunjungi adalah sebuah bangunan atau sisa-sisa bangunan yang didirikan oleh Raja Abrahah penguasa Yaman pada saat itu untuk menandingi Ka'bah yang ada di Mekkah. Dia iri karena banyak orang berkunjung ke Mekkah dan membangun Ka'bah tandingan di kota Sann'a. Ternyata upayanya tidak berhasil, menyusul penyerbuan raja abrahah dan tentara gajahnya ke Mekkah untuk menghancurkan Ka'bah yang asli. Tetapi usaha ini tidak berhasil karena tentara gajah dikalahkan dengan izin Allah atas bantuan burung Ababil. Peristiwa ini diabadikan dalam surat Al Fiil.
lokasi: bekas puing bangunan tandingan ka'bah yg dibangun Abrahah
Hari ini kami harus memanfaatkan waktu agar bisa melihat beberapa peninggalan bersejarah yang terletak di kota Sann'a. Maklum kami hanya tinggal 2 hari di sini sebelum melanjutkan perjalanan ke Jeddah.
Objek pertama yang kami kunjungi adalah sebuah bangunan atau sisa-sisa bangunan yang didirikan oleh Raja Abrahah penguasa Yaman pada saat itu untuk menandingi Ka'bah yang ada di Mekkah. Dia iri karena banyak orang berkunjung ke Mekkah dan membangun Ka'bah tandingan di kota Sann'a. Ternyata upayanya tidak berhasil, menyusul penyerbuan raja abrahah dan tentara gajahnya ke Mekkah untuk menghancurkan Ka'bah yang asli. Tetapi usaha ini tidak berhasil karena tentara gajah dikalahkan dengan izin Allah atas bantuan burung Ababil. Peristiwa ini diabadikan dalam surat Al Fiil.
Kami juga mengunjungi sebuah masjid yang dibangun pada masa Rasulullah SAW. Dibangun oleh sahabatnya yang diutus berdakwah ke Yaman yaitu Muaz bin Jabbal. Mesjid itu masih ada sampai sekarang. Dan salah satu pondasi bangunan itu di buat oleh Rasulullah SAW. Dan konon di dalam salah satu ruang perpustakaan mesjid itu masih tersimpan mushaf Quran yang ditulis tangan oleh sahabat Ustman bin Affan. Subhanallah...
salah satu bagian mesjid yg belum pernah berubah sejak jaman Rasulullah SAW
Kami juga mengunjungi sebuah masjid yang dibangun pada masa Rasulullah SAW. Dibangun oleh sahabatnya yang diutus berdakwah ke Yaman yaitu Muaz bin Jabbal. Mesjid itu masih ada sampai sekarang. Dan salah satu pondasi bangunan itu di buat oleh Rasulullah SAW. Dan konon di dalam salah satu ruang perpustakaan mesjid itu masih tersimpan mushaf Quran yang ditulis tangan oleh sahabat Ustman bin Affan. Subhanallah...
Kemudian kami juga mengunjungi tempat dimana pada dahulu kala tempat itu adalah tempat terdamparnya nabi Nuh AS setelah berlayar atas perintah Allah SWT bersama umatnya dan rombongan hewan. Tempat tersebut bernama Tulaah. Penduduk setempat diceritakan adalah keturunan nabi Nuh AS.
Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi tempat bekas kerajaan ratu Bilqis yang konon dulu pernah dipinang Nabi Sulaiman AS. Kabarnya disana masih bisa dilihat kursi bekas singgasana ratu Bilqis yang masih disimpan hingga kini. Karena keterbatasan waktu kami juga tidak sempat berkunjung ke Hadramaut. Padahal sebenarnya Hadramaut tidak bisa dipisahkan kalo orang bercerita tentang Yaman.
Di Hadramaut ada sebuah perguruan tinggi dimana banyak mahasiswa Indonesia yang belajar disana.
Semoga suatu saat bisa berkunjung kembali kesana.
Sayangnya kami tidak sempat mengunjungi tempat bekas kerajaan ratu Bilqis yang konon dulu pernah dipinang Nabi Sulaiman AS. Kabarnya disana masih bisa dilihat kursi bekas singgasana ratu Bilqis yang masih disimpan hingga kini. Karena keterbatasan waktu kami juga tidak sempat berkunjung ke Hadramaut. Padahal sebenarnya Hadramaut tidak bisa dipisahkan kalo orang bercerita tentang Yaman.
Di Hadramaut ada sebuah perguruan tinggi dimana banyak mahasiswa Indonesia yang belajar disana.
Semoga suatu saat bisa berkunjung kembali kesana.
Satu hal yang sangat melekat dalam ingatan saya adalah masyarakatnya yang mempunyai kebiasaan tidak lazim. Mereka biasa membawa senjata tajam berupa pisau berbentuk melengkung. Pisau tersebut merupakan senjata khas tradisional masyarakat Yaman. Dari orang dewasa sampai anak laki-laki yg masih abg pun membawa senjata tersebutkemana-mana. Bahkan di tempat tertentu orang bebas membawa senjata berat seperti senapan dsb. Anehnya tingkat keamanan disana sangat tinggi. Meski perangai sedikit keras sebagaimana bangsa arab mereka jarang sekali berkelahi ataupun bertengkar dengan melibatkan fisik. Tidak terbayangkan kalau hal tersebut terjadi di Indonesia.
karakter orang Yaman dan senjata tradisionalnya yang bernama jambiya
Seperti negara Arab lainnya, sangat jarang terlihat kaum wanita di jalan ataupun dalam perniagaan. Semua pedagang yang ada baik ditoko ataupun pedagang kaki lima semuanya adalah pria. Begitu juga dengan petugas hotel tempat kami menginap, tidak ada seorangpun karyawannya yang perempuan.
pedagang di Yaman
mainan anak2nya sama ya dengan di Indonesia
Satu lagi ada sebuah hobby atau boleh dibilang kebiasaan masyarakat Yaman khususnya kaum lelaki, mereka suka sekali mengunyah daun Khat. Tadinya aku pikir ada suatu penyakit yang sedang melanda masyarakat Yaman, karena banyak kaum prianya yang aku lihat, pipinya menggembung sebesar telur ayam. He..he..he.. gak taunya mereka sedang mengunyah daun Khat. Aku pikir ini seperti candu, karena dari keterangan yang kudapatkan, efek daun Khat ini bisa menambah energi...ah entahlah.
SEKILAS SEJARAH YAMAN
Konon nama Yaman berasal dari kata Youmi (bahasa Ibrani) yang artinya bahagia, sebagaiana para pakar sejarah dari Eropa menyebutnya dengan nama Yaman felix, selain itu kata Yaman berasal dari bahasa Arab yang artinya kanan, hal ini merupakan penjelasan tentang wilayah Yaman yang letak geografisnya tepat di sebelah kanan Ka'bah. Dalam suatu kesematan, Rasul pernah memuji negeri ini dan mengirim salah seorang sahabat terbaiknya untuk berdakwah di negeri ini. Dibuktikan dengan adanya mesjid yang dibangun pada masa beliau oleh sahabat Muaz bin Jabbal . Mesjid ini masih ada sampai sekarang dan menjadi tujuan wisata bagi turis mancanegara.
Perlu diketahui juga,bahwa sebelum peristiwa penyerangan ka'bah atau yang lebih dikenal dengan sebutan tahun gajah (terjadi sekitar tahun 550 M), negeri Saba' diperintah oleh ratu Bilqis. Dan sampai saat ini puing-puing bekas kerajaan penyembah matahari tersebut masih bvisa kita jumpai di daerah Ma'rib. Selain itu juga berabad-abad sebelumnya negeri ini pernah ditempati kaum yang bertubuh raksasa, yakni Nabi Hud AS dan kaumnya bernama kaum Ad (hal ini dijelaskan dalam Al Quran)
SEKILAS TENTANG HADARAMAUT
Tareem, mungking anda sekalian pernah membacanya sebagai sebuah nama merk sarung. Pernahkan anda sangka bahwa tareem adalah sebuah nama kota kecil yang terletak desebelah selatan Yaman, dekat perbatasan Oman - Yaman. Dulu wilayah ini merupakan bagian dari kekuasaan kerajaan Saba'.
Kota ini memiliki berbagai macam ciri khas yang tidak dimiliki oleh kota manapun di muka bumi ini. Sungguh ini bukan bualan belaka. Bila anda dikarunia rizki dapat berkunjung ke Tareem, maka dijamin anda akan kagum dengan keajaibannya.
Di kota nenek moyang walisongo ini terdapat pemakan tua bernama Zambal. Kuburan ini sejak berabad-abad yang lalu telah di huni lebih dari 8000 jenazah, yang keseluruh jenazah adalah keturunan Rasul (baca: Sayid dan Syariffah). Dan terdapat belasan sahabat (badar) yang pernah diutus ke Yaman.
Bangunan-bangunan dikota ini penuh dengan nilai arsitektur dan seni. Dan mereka membangunnya bukan dari bahan-bahan biasa untuk membangun beton yang kokoh. Mereka cukup menggunakan bahan baku berupa tanah liat dan kayu-kayu ditambahkansedikit batu-batuan. Namun dapat membentuk apartemen hingga lantai lima. Dikota ini pula terdapat menara masjid terbuat dari tanah yang tingginya mencapai 45M.
Tenyata di balik semua itu, mereka melakukan ini (membangun bangunan dari tanah liat) guna menyiasati dua musim saat musim dingin mereka tidak merasakan kedinginan dan pada saat musim panas mereka tidak measakan kepanasan.
karakter orang Yaman dan senjata tradisionalnya yang bernama jambiya Seperti negara Arab lainnya, sangat jarang terlihat kaum wanita di jalan ataupun dalam perniagaan. Semua pedagang yang ada baik ditoko ataupun pedagang kaki lima semuanya adalah pria. Begitu juga dengan petugas hotel tempat kami menginap, tidak ada seorangpun karyawannya yang perempuan.
pedagang di Yaman
mainan anak2nya sama ya dengan di Indonesia Satu lagi ada sebuah hobby atau boleh dibilang kebiasaan masyarakat Yaman khususnya kaum lelaki, mereka suka sekali mengunyah daun Khat. Tadinya aku pikir ada suatu penyakit yang sedang melanda masyarakat Yaman, karena banyak kaum prianya yang aku lihat, pipinya menggembung sebesar telur ayam. He..he..he.. gak taunya mereka sedang mengunyah daun Khat. Aku pikir ini seperti candu, karena dari keterangan yang kudapatkan, efek daun Khat ini bisa menambah energi...ah entahlah.
SEKILAS SEJARAH YAMAN
Konon nama Yaman berasal dari kata Youmi (bahasa Ibrani) yang artinya bahagia, sebagaiana para pakar sejarah dari Eropa menyebutnya dengan nama Yaman felix, selain itu kata Yaman berasal dari bahasa Arab yang artinya kanan, hal ini merupakan penjelasan tentang wilayah Yaman yang letak geografisnya tepat di sebelah kanan Ka'bah. Dalam suatu kesematan, Rasul pernah memuji negeri ini dan mengirim salah seorang sahabat terbaiknya untuk berdakwah di negeri ini. Dibuktikan dengan adanya mesjid yang dibangun pada masa beliau oleh sahabat Muaz bin Jabbal
Perlu diketahui juga,bahwa sebelum peristiwa penyerangan ka'bah atau yang lebih dikenal dengan sebutan tahun gajah (terjadi sekitar tahun 550 M), negeri Saba' diperintah oleh ratu Bilqis. Dan sampai saat ini puing-puing bekas kerajaan penyembah matahari tersebut masih bvisa kita jumpai di daerah Ma'rib. Selain itu juga berabad-abad sebelumnya negeri ini pernah ditempati kaum yang bertubuh raksasa, yakni Nabi Hud AS dan kaumnya bernama kaum Ad (hal ini dijelaskan dalam Al Quran)
SEKILAS TENTANG HADARAMAUT
Tareem, mungking anda sekalian pernah membacanya sebagai sebuah nama merk sarung. Pernahkan anda sangka bahwa tareem adalah sebuah nama kota kecil yang terletak desebelah selatan Yaman, dekat perbatasan Oman - Yaman. Dulu wilayah ini merupakan bagian dari kekuasaan kerajaan Saba'.
Kota ini memiliki berbagai macam ciri khas yang tidak dimiliki oleh kota manapun di muka bumi ini. Sungguh ini bukan bualan belaka. Bila anda dikarunia rizki dapat berkunjung ke Tareem, maka dijamin anda akan kagum dengan keajaibannya.
Di kota nenek moyang walisongo ini terdapat pemakan tua bernama Zambal. Kuburan ini sejak berabad-abad yang lalu telah di huni lebih dari 8000 jenazah, yang keseluruh jenazah adalah keturunan Rasul (baca: Sayid dan Syariffah). Dan terdapat belasan sahabat (badar) yang pernah diutus ke Yaman.
Bangunan-bangunan dikota ini penuh dengan nilai arsitektur dan seni. Dan mereka membangunnya bukan dari bahan-bahan biasa untuk membangun beton yang kokoh. Mereka cukup menggunakan bahan baku berupa tanah liat dan kayu-kayu ditambahkansedikit batu-batuan. Namun dapat membentuk apartemen hingga lantai lima. Dikota ini pula terdapat menara masjid terbuat dari tanah yang tingginya mencapai 45M.
Tenyata di balik semua itu, mereka melakukan ini (membangun bangunan dari tanah liat) guna menyiasati dua musim saat musim dingin mereka tidak merasakan kedinginan dan pada saat musim panas mereka tidak measakan kepanasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar